Sunday, July 26, 2009

Teka Tki Menjebak


hari hari sulit
teka teki menjebak
jejak ku di jambak
tak bisa berkutik
detik berdetak detak
menusuk parat tengkorak
melintir.....
bumi diputar putar
di bolak balik dikeruk
sampai habis kerak
biar anak lahir tak bisa membajak
asal bisa tuan berpihak

july 26 2009

Wednesday, July 22, 2009

mandi merah

padang kurusetra ,,,, baratayuda,,,,
........ aku berada disana
berguling di kolamnya,,,,merah,,,,
dalam semeraut tombak pedang dan anak panah,,,
aku tenggelam dalam pekatnya.....merah

Sunday, July 19, 2009

sekedar rasa...

Hatiku luka karena sembilu

bukakan pintu
biar ku selami waktu
bahkan sampai 300 tahun
agar jiwa ku mafhum

apakah kau mau
ku tanyakan pada mu
bila petualang datang
hanya berbekal harapan

sembilu luka tak terperi
di hati tak mungkin terobati
hanya ingin perbaiki
agar terjawab misteri

***
ya Rob dia karya agung Mu
biar ku Agungkan

Tuesday, July 14, 2009

Derita Lo...

aarrggghhh... apa ini...

pene-pena bergelantungan
menacap di kepalaku
kertas kertas berkas berkas tanda jasa
sertifikasi sertifikasi pengakuan basa basi

kenapa tidak kalian lihat seksama
kaki tangan ku masih utuh
bahkan jantung dan paru ku
masih bekerja sempurna

kenapa harus pakai penilaian !!!

Monday, February 23, 2009

bagian trotoar

siang terik
panas pinggul ku
selama 18 jam aku duduk bersimpuh
kaki tangan berbalut perban tanpa luka
kelam dan memang kelam hidup aku semakin kusam
debu dan asap dari bokong besi beroda membuat sesak dada
apakah mereka simpati atu hanya membuang sisa-sisa belanja
yang pasti aku bisa makan dengan menjadi bagian dari trotoar lampu merah.

Thursday, December 18, 2008

sok mantap kali >>>>> :D

Sok Mantap Kali >>>>> :D

Pada proses penggarapan kali ini wa terlibat dalam penataan cahaya. Dalam sebuah parade monolog yang diadakan oleh kelompok teater el Na’ma yang diselenggarakan pada pertengahan Desember 2008 ini wa menata pencahayaan untuk 6 pertunjukan monolog sekaligus…. :D “sok mantap kali”. Ada tantangan lebih dibandingkan menata cahaya untuk satu pertunjukan, tetapi sayangnya hanya sedikit waktu yang tersedia dan fasilitas yang kurang mendukung untuk eksplorasi lebih jauh. so banyak banget kekurangan. Dari yang bersifat konsep sampai tekhnis.

Keliatan sekali bahwa pencahayaan yang dihadirkan kurang memiliki kesamaan proses dengan pertunjukan secara keseluruhan, so semestinya dalam proses latihan diskusi konsep keseluruhan artistik harus maksimal dan waktu yang tersediapun mesti lebih banyak dan tentunya perlu ada pembagian konsentrasi yang bagus karena dalam setiap monolog memiliki kecenderungan artistik yang berbeda.

Pengalaman seperti ini memang bukan yang pertama, pada 2 tahun yang lalu bersama teater Syahid wa menata pencahayaan untuk 4 pertunjukan monolog sekaligus wa sendiri sebagai pemonolog yang ke lima. Otomatis wa gak bisa memainkan pencahayaan untuk pertunjukan monolog wa sendiri. Palin banter wa terlibat dalam konsepnya aja.

Dalam ivent ini jelas konsentrasi wa terbagi karena selain wa menata cahaya untuk 4 pertunjukan ; Malingz oleh Mirzan Insani, Perempuan Biasa oleh Yova Tri Wahyuni, Returnelo oleh Sir Ilham Jambak dan Protes oleh Becky. Wa juga mesti konsentrasi pada pertunjukan wa sendiri yang merupakan adaptesi dari cerpennya Edgar Allan Poe yang berjdul The Black Cat. Yang rancananya akan ada yang membawakan naskah terjemahan wa itu dalam pertunjukan monolog tahun depan. “Kita tunggu aja” lol

Tantangannya tidak jauh berbeda malah bisa dikatakan sama dan persoalan yang terjadi pun tidak berbeda, butuh waktu yang cukup dan intensitas yang mantap dalam mendampingi proses setiap aktor/aktris yang bermonolog.

lelah niyee

kebiasaan yang gak mantap. selalu setelah proses garapan pertunjukan terjadi kemalasan masal.
padahal setelah mengalami proses panjang yang mengeluarkan energi banyak semestinya mungkin bisa bersantai dan bernafas lega, tapi kenapa selalu setiap setelah pertunjukan yang terjadi selalu "bank". kenapa? coba kita telusuri dikit-dikit. :)

dalam proses garapan yang panjang setiap saat kita selalu konsentrasi pada target yang akan dicapai baik secara artistic maupun hal yang bersifat tekhnis.
nah setelah pertunjukan digelar artinya secara teknis proses selesai dan fikiran kita yang sebelumnya selalu berfikir tentang pencapaian-pencapaian sekarang pun sudah tidak lagi seperti itu. mungkin ini yang mengakibatkan "blank" pada fikiran kita setiap selesai pentas.

sementara itu dulu ...... :) :) nyambung di lelah neks part ok :D