Wednesday, June 30, 2010

Tembok Beku



alarem pagi berbunyi
aku bangun hanya membuka mata
kulihat sekeliling hanya terlihat dinding-dinding kamar yang beku, barang-barang elektronik yang mengambang dan lemari yang makin berdebu
aku bangun hanya membuka mata tanpa bicara tanpa serta rasaku terjaga
aku bangun hanya membuka mata
dan jalani hari dengan jamur-jamur bulukan di tubuhku
apakah aku ini zombi
ataukah aku tak pernah bangun dari tidur panjang ini.

Ciputat,
30 Juni 2010

Monday, May 31, 2010

Hilangkan Rasa

rob hancurkan hatiku
pecahkan asaaku
agar tak ku rasa lagi gundah
agar tiada lagi pedih

kubur aku dalam panas bara
biar tertutup kabar berita
biarkan senjaku berlalu
sudahi prasangka buta

cpt, mei 01 2010 02.28 wib

Saturday, March 20, 2010

fiuhhhh.....

sekian lama gak nulis....
akhirnya lahir juga....
maafkan buat yang lama menunggu :D
maklom masi copo masih tegantung inspirasi.... :D

PECAH

pecahlah cermin itu
tempat bayangan menyelinap ke ruang pribadiku
koyaklah gambar wajah
koyak pula ruang pribadiku

masihkah bisa kita bercengkrama
dalam ruang yang penuh garis-garis sayatan
masihkah kita bisa mengenang tentang perasaan silam
h...h...
kata mu menjadi hampa
kata ku tiada makna

apakah langit telah menegaskan keputusannya
untuk hidup mahluk dibawahnya
lalu apa yang dia putuskan untuk ku
h...h...
dalam mayalah ku nyatakan
ku tiadakan garis-garis sayatan
dalam mayalah kulukiskan
bayangan pribadi yang nyata

mungkin kita bisa berbincang tentang bintang
dengan hayalan tiada kekang
akan ku buatkan figura indah
agar kau bisa menyelinap keruang pribadiku


ciputat, 20 maret 2010 (dalam bayanganmu)

Sunday, December 20, 2009

seDetik



sedetik nama mu melintas difikiran
seketika tergambar perjalanan
hari-hari yang tak mungkin dilalui kembali
bersama bahagianya
hari-hari bersama nama yang sedetik melintas

sedetik bayangan wajah mu tampak
seketika tampak ruang meluas
hilang seala batas membuka jarak
gambar panorama hati mu

ini hanya kenangan hanya pengalaman
dalam fikir yang terus hadir bersama detik

INIKAH KAU (ketika kau katakan itu)


(ketika kau katakan itu)

gelap ini bukan karena kehadiran matahari
terang ini bukan tanpa kehadiran matahari
gelap dan terang ini hadir bersamaan
bahagia ini bukan karena mendapatkan sesuatu
pedih ini bukan karena terluka
bahagia dan pedih ini hadir bersama

jantung berdegup keras
setelah berhenti sesaat
tersentak sesak pengap
aku tidak sedang disekap

ada ledakan tapi bukan petir
bahkan telinga tak menangkap apapun

terasa lelah
terasa damai

Tuesday, December 8, 2009

namamu kamu dirimu

gelap seketika terang seketika
waktu seakan dihentak seketika
takada nafas berhembus
bahkan takada rasa di dada

perihkah ini
bahagiakah ini

sesak dada ini
damai fikiran ini