rob hancurkan hatiku
pecahkan asaaku
agar tak ku rasa lagi gundah
agar tiada lagi pedih
kubur aku dalam panas bara
biar tertutup kabar berita
biarkan senjaku berlalu
sudahi prasangka buta
cpt, mei 01 2010 02.28 wib
Monday, May 31, 2010
Saturday, March 20, 2010
fiuhhhh.....
sekian lama gak nulis....
akhirnya lahir juga....
maafkan buat yang lama menunggu :D
maklom masi copo masih tegantung inspirasi.... :D
akhirnya lahir juga....
maafkan buat yang lama menunggu :D
maklom masi copo masih tegantung inspirasi.... :D
PECAH
pecahlah cermin itu
tempat bayangan menyelinap ke ruang pribadiku
koyaklah gambar wajah
koyak pula ruang pribadiku
masihkah bisa kita bercengkrama
dalam ruang yang penuh garis-garis sayatan
masihkah kita bisa mengenang tentang perasaan silam
h...h...
kata mu menjadi hampa
kata ku tiada makna
apakah langit telah menegaskan keputusannya
untuk hidup mahluk dibawahnya
lalu apa yang dia putuskan untuk ku
h...h...
dalam mayalah ku nyatakan
ku tiadakan garis-garis sayatan
dalam mayalah kulukiskan
bayangan pribadi yang nyata
mungkin kita bisa berbincang tentang bintang
dengan hayalan tiada kekang
akan ku buatkan figura indah
agar kau bisa menyelinap keruang pribadiku
ciputat, 20 maret 2010 (dalam bayanganmu)
tempat bayangan menyelinap ke ruang pribadiku
koyaklah gambar wajah
koyak pula ruang pribadiku
masihkah bisa kita bercengkrama
dalam ruang yang penuh garis-garis sayatan
masihkah kita bisa mengenang tentang perasaan silam
h...h...
kata mu menjadi hampa
kata ku tiada makna
apakah langit telah menegaskan keputusannya
untuk hidup mahluk dibawahnya
lalu apa yang dia putuskan untuk ku
h...h...
dalam mayalah ku nyatakan
ku tiadakan garis-garis sayatan
dalam mayalah kulukiskan
bayangan pribadi yang nyata
mungkin kita bisa berbincang tentang bintang
dengan hayalan tiada kekang
akan ku buatkan figura indah
agar kau bisa menyelinap keruang pribadiku
ciputat, 20 maret 2010 (dalam bayanganmu)
Sunday, December 20, 2009
seDetik
sedetik nama mu melintas difikiran
seketika tergambar perjalanan
hari-hari yang tak mungkin dilalui kembali
bersama bahagianya
hari-hari bersama nama yang sedetik melintas
sedetik bayangan wajah mu tampak
seketika tampak ruang meluas
hilang seala batas membuka jarak
gambar panorama hati mu
ini hanya kenangan hanya pengalaman
dalam fikir yang terus hadir bersama detik
INIKAH KAU (ketika kau katakan itu)
(ketika kau katakan itu)
gelap ini bukan karena kehadiran matahari
terang ini bukan tanpa kehadiran matahari
gelap dan terang ini hadir bersamaan
bahagia ini bukan karena mendapatkan sesuatu
pedih ini bukan karena terluka
bahagia dan pedih ini hadir bersama
jantung berdegup keras
setelah berhenti sesaat
tersentak sesak pengap
aku tidak sedang disekap
ada ledakan tapi bukan petir
bahkan telinga tak menangkap apapun
terasa lelah
terasa damai
Tuesday, December 8, 2009
namamu kamu dirimu
gelap seketika terang seketika
waktu seakan dihentak seketika
takada nafas berhembus
bahkan takada rasa di dada
perihkah ini
bahagiakah ini
sesak dada ini
damai fikiran ini
waktu seakan dihentak seketika
takada nafas berhembus
bahkan takada rasa di dada
perihkah ini
bahagiakah ini
sesak dada ini
damai fikiran ini
Sunday, December 6, 2009
tidak mengerti
tidak mengerti
dalam ketakutan tak pasti
menggigil tanpa dingin
teriak tanpa suara
takubah berjalan tanpa kompas dan peta
apakah yang sedang dicari
apakah ini pencarian
atau hanya harapan tanpa alasan
menyentuh hati dan fikiran
tidak mengerti
sungguh ini keinginan
yang diinginkan tidak menginginkan
mungkin berlebihan
kembali bersujud tanpa junjungan
hanya pasrah ungkapan pelarian
kapan bisa diselesaikan
jika selalu hilang
dalam ketakutan tak pasti
menggigil tanpa dingin
teriak tanpa suara
takubah berjalan tanpa kompas dan peta
apakah yang sedang dicari
apakah ini pencarian
atau hanya harapan tanpa alasan
menyentuh hati dan fikiran
tidak mengerti
sungguh ini keinginan
yang diinginkan tidak menginginkan
mungkin berlebihan
kembali bersujud tanpa junjungan
hanya pasrah ungkapan pelarian
kapan bisa diselesaikan
jika selalu hilang
Subscribe to:
Posts (Atom)